<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0" xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule">

<channel>
<title>gajahpesing's Homepage</title>
<link>http://www.zorpia.com/gajahpesing</link>
<description></description>
<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 12:10 EST</pubDate>
<lastBuildDate>Tue, 05 Jan 2010 12:10 EST</lastBuildDate>
<generator>Zorpia.com</generator>

<item>
<title>Kebangkitan Islam dengan Ilmu Bukan dengan Harta</title>
<link>http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1782220</link>
<description>&lt;p align="center">&lt;em>&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;">Banyak orang silau dengan harta. Seolah-olah bangkitnya umat ini dimulai dari harta. Padahal kebangkitan Islam dimulai dari ilmu&lt;/span>&lt;/em>&lt;/p>&lt;div align="justify">Suatu saat Sayyidina Ali didatangi beberapa orang dan menanyakan manakah yang lebih mulia ilmu atau harta. Ali ra menjawab: Lebih mulia ilmu. Ilmu menjagamu, harta kamu harus menjaganya. Ilmu bila kamu berikan bertambah, harta berkurang. Ilmu warisan para Nabi, harta warisan Firaun dan Qarun. Ilmu menjadikan kamu bersatu, harta bisa membuat kamu berpecah belah dan seterusnya. Dalam sejarah hidupnya Sayyidina Ali –juga Abu Bakar, Umar, Ibnu Abbas dan para sahabat yang lain—lebih menyibukkan diri mencari ilmu, berdakwah dan berjihad daripada mengumpulkan berkarung-karung uang/emas. Sayyidina Utsman dan Abdurrahman bin Auf yang terkenal dengan kekayaannya pun selalu ingin mendengar ilmu dari Rasulullah saw, meskipun ia seorang milyarder yang sukses dalam berbisnis.&lt;br />&lt;br />Generasi yang berilmu atau tradisi masyarakat berilmu ini telah diproklamirkan Rasulullah saw semenjak ayat Al-Quran yang pertama turun. Ayat Iqra’, bacalah, telah mengubah sahabat-sahabat Rasulullah dari orang-orang jahiliyah yang suka mabuk-mabukan, main perempuan, berleha-leha, menipu, egois dengan harta menjadi orang-orang yang senang dengan ilmu pengetahuan dan berakhlak mulia. Mengubah generasi-generasi Arab jahiliyah yang tidak diperhitungkan dalam pergolakan dunia, menjadi pemimpin-pemimpin dunia yang disegani di seluruh kawasan dunia saat itu.&lt;br />&lt;br />Tradisi baca dan tulis-menulis begitu hidup saat itu. Tiap ayat Al-Quran turun, Rasulullah saw. memerintahkan kepada sahabat dekatnya untuk menulis, Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib dll. Bahkan tradisi membaca dan menulis ini menjadi simbol kemuliaan seseorang.&lt;br />&lt;br />Rasulullah saw menugaskan Abdullah bin Said bin al Ash untuk mengajarkan tulis menulis di Madinah. Juga memberi mandat Ubadah bin as Shamit mengajarkan tulis menulis ketika itu. Kata Ubadah, bahwa ia ia pernah diberi hadiah panah dari salah seorang muridnya, setelah mengajarkan tulis menulis kepada Ahli Shuffah. Saad bin Jubair berkata: “Dalam kuliah-kuliah Ibn Abbas, aku biasa mencatat di lembaran. Bila telah penuh, aku menuliskannya di kulit sepatuku, dan kemudian di tanganku. Ayahku sering berkata:” Hapalkanlah, tetapi terutama sekali tulislah. Bila telah sampai di rumah, tuliskanlah. Dan jika kau memerlukan atau kau tak ingat lagi, bukumu akan membantumu.” (lihat Prof. Mustafa Azami, 2000)&lt;br />&lt;br />Semangat mereka dalam memburu ilmu pengetahuan makin tinggi, berkat pemahaman terhadap Al-Quran yang banyak ayat-ayatnya mendorong agar Muslim senantiasa menggunakan akalnya. Ibnu Taimiyah meriwayatkan bahwa banyak sahabat yang tinggal di asrama untuk mengikuti madrasah Rasulullah. Menurut Ibnu Taimiyyah, jumlah orang yang tinggal di dalam Suffah (asrama tempat belajar), mencapai 400 orang.&lt;br />&lt;br />Menurut Prof. Azami, Rasulullah mempunyai sekitar 65 sekretaris yang bertugas menulis berbagai hal khusus. Khusus menulis Al-Quran: Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit, Utsman bin Affan dan Ubay bin Kaab. Khusus mencatat harta-harta sedekah: Zubair bin Awwam dan Jahm bin al Shalit. Masalah hutang dan perjanjian lain-lain: Abdullah bin al Arqam dan al Ala’ bin Uqbah. Bertugas mempelajari dan menerjemahkan bahasa asing (Suryani): Zaid bin Tsabit. Sekretaris cadangan dan selalu membawa stempel Nabi: Handhalah (lihat “Kuttabun Nabi”, Prof. Mustafa Azami).&lt;br />&lt;br />Generasi selanjutnya, seperti Jabir ibn Abdullah ra menempuh perjalanan sebulan penuh dari kota Madinah ke kota ‘Arisy di Mesir hanya demi mencari satu Hadits. Ibnu al-Jauzi menulis lebih dari seribu judul. Imam Ahmad pernah menempuh perjalanan ribuan kilomater untuk mencari satu Hadits, bertani untuk mencari rezeki dan masih membawa-bawa tempat tinta pada usia 70 tahun. Imam al-Bukhari menulis kitab Shahih-nya selama 16 tahun dan selalu sholat dua rakaat setiap kali menulis satu Hadits, serta berdoa meminta petunjuk Allah. Sehingga karyanya menjadi contoh teladan, tujuan para ulama dan pemuncak cita-cita. Imam Nawawi (w. 676 H), penulis Kitab Riyadhush Shalihin, al-Majmu’, dan Syarah Shahih Muslim, disebutkan bahwa beliau setiap hari belajar 8 cabang ilmu dari subuh sampai larut malam.&lt;br />&lt;br />Kejayaan dan Kejatuhan Bangsa&lt;br />&lt;br />Dalam masalah tradisi ilmu ini, Prof. Wan Daud menyatakan bahwa kejayaan atau kejatuhan suatu bangsa tergantung pada kuat atau tidaknya budaya ilmu pada bangsa itu. “Pembinaan budaya ilmu yang terpadu dan jitu merupakan prasyarat awal dan terpenting bagi kesuksesan, kekuatan dan kebahagiaan seseorang dan suatu bangsa. Suatu individu atau suatu bangsa yang mempunyai kekuasaan atau kekayaan tidak bisa mempertahankan miliknya, atau mengembangkannya tanpa budaya ilmu yang baik. Malah dia akan bergantung kepada orang atau bangsa lain yang lebih berilmu. Kita telah melihat sendiri betapa beberapa negara minyak yang kaya-raya terpaksa bergantung hampir dalam semua aspek penting kehidupan negaranya kepada negara lain yang lebih maju dari segi keilmuan dan kepakaran. Sedangkan unsur lain, yaitu harta dan tahta, bersifat eksternal dan sementara. Keduanya bukanlah ciri yang sejalan dengan diri seseorang atau suatu bangsa tanpa ilmu yang menjadi dasarnya. Sebaliknya jika ilmu terbudaya dalam diri pribadi dan masyarakat dengan baik, maka bukan saja bisa mempertahankan dan meningkatkan lagi keberhasilan yang ada, malah bisa memberikan kemampuan untuk memulihkan diri dalam menghadapi segala kerumitan dan tantangan,”papar Guru Besar ISTAC ini.&lt;br />&lt;br />Hanya orang-orang yang rabun pemikirannya yang menyatakan bahwa kejayaan atau kemunduran suatu individu atau bangsa karena harta atau kekayaan. Bangsa Brunei, Kuwait dan Arab Saudi yang kaya raya, kenyataannya tidak menjadi bangsa yang hebat, maju atau disegani dunia. Orang-orang Baratlah dengan pengetahuannya, yang ‘menyetir’, mengeksplorasi sumber-sumber daya alam yang kaya di Saudi, Kuwait dll. Bahkan juga bisa dibilang ekonomi dan politiknya. Ada pepatah Barat “Money Will Follow”.&lt;br />&lt;br />Tentu, kejayaan ilmu sekuler, meski bisa menguasai teknologi dan peradaban manusia, ia tidak dapat memberikan kebahagiaan jiwa manusia. Karena landasan keilmuan mereka memang dibangun dari kegelisahan jiwa, keragu-raguan dan tidak pernah mengalami keyakinan. Sehingga kita lihat meski telah mengalami kemajuan teknologi, Barat tidak dapat mengobati penyakit jiwa manusia. Banyak orang Barat yang pintar tapi jahat atau pintar tapi curang, culas dan lain-lain. Seperti sistem ekonomi dan politik dunia yang bekerja saat ini pun yang dibangun dengan penjajahan (Iraq, Palestina, Afghan dll) dan pemiskinan negara-negara berkembang (World Bank, PBB, IMF dll).&lt;br />&lt;br />Penguasaan individu atau masyarakat kepada ilmu-ilmu Keislaman dan ‘ilmu-ilmu umum’ yang berpadu dengan Islamlah yang akan mengantarkan kejayaan sebuah bangsa. Peradaban Islam yang berdiri ribuan tahun telah membuktikan semuanya. Dan kini kita meninggalkan jejak, sejarah dan budaya kita sendiri, meniru-niru jejak Barat yang mengagung-agungkan materi dan keduniaan.&lt;br />&lt;br />Padahal Al-Quran mengingatkan bahwa persatuan/kemajuan bangsa yang sejati adalah dengan aqidah Islam, bukan dengan harta benda. Termasuk dalam organisasi dan partai, orang bisa dipersatukan dengan harta atau ideologi (aqidah Islam). Firman Allah SWT: “Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 8:63)&lt;br />&lt;/div>&lt;p>&lt;br />&lt;/p></description>
<category>Religion &amp; Ethics</category>
<guid isPermaLink="true">http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1782220</guid>
<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 05:15 EST</pubDate>
</item>

<item>
<title>Voucher pulsa elektronik</title>
<link>http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1754729</link>
<description>Jika Bisa menjadi Master Dealer kenapa menjadi Retailer, silahkan klik di &lt;a href="http://www.prasetyaningrum.com/web" target="_blank" title="Agen Pulsa Murah">www.prasetyaningrum.com&lt;/a>, aku tawarkan penjualan pulsa elektronik yang termurah dan berani dibandingkan harga sekaligus kecepatan transaksinya.
</description>
<category>Personal</category>
<guid isPermaLink="true">http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1754729</guid>
<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 17:51 EST</pubDate>
</item>

<item>
<title>Reog Dijiplak Malaysia a.k.a Malingsia, Pemkab Pon</title>
<link>http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1749628</link>
<description>
Ponorogo - Berbagai kalangan pencinta kesenian Reog di Ponorogo mendesak Pemkab Ponorogo segera bertindak tegas atas dugaan penjiplakan malingsia terhadap kesenian Reog.

Desakan ini muncul dari anggota dewan, para pencinta reog dan pengamat kesenian di Ponorogo. Mereka meminta Pemkab Ponorogo bertindak cepat atas hal ini. Karena kesenian Reog adalah kebanggaan masyarakat Ponorogo.

malingasiaKepada detikcom, Suparno, anggota Komisi A, DPRD Ponorogo mengatakan Pemkab Ponorogo agar cepat bertindak dengan mendatangi perwakilan malingsia di Jakarta untuk mempertanyakan hal ini.

“Kita jangan terlalu lama menunggu, kita harus menyelamatkan Reog Ponorogo. Karena Reog Ponorogo mengandung sejarah cikal bakal Ponorogo,” kata Suparno, Kamis (22/11/2007).

Salah satu pecinta Reog sekaligus Warok di Ponorogo, Ahmad Tobroni mengatakan telah melihat Tarian Barongan milik malingsia yang persis dengan Kesenian Reog Ponorogo.

Setelah mengetahui apabila ada kesenian yang hampir sama dengan Reog Ponorogo, Tobroni kemudian melakukan pengecekan dengan mendatangi para perajin Reog di Ponorogo.

“Tidak mungkin bangsa Melayu bisa membuat dadak merak persis seperti Reog Ponorogo. Lalu saya tanyakan kepada para perajin Reog apakah mereka mendapatkan pemesanan Dadak Merak dari malingsia. Ternyata sejak tahun 2000-an, malingsia banyak memesan dadak merak,” ujarnya.

Tobroni mengatakan hal ini bisa menjadi salah satu bukti apabila malingsia telah melakukan penjiplakan kesenian Reog dimana alat-alat tari yang digunakan dipesan dari perajin Reog di Ponorogo.

“Pemkab Ponorogo saya harap segera menelusuri hal ini. Jangan lamban dan menunggu. Karena ini bisa membuat masyarakat Ponorogo marah,” ujarnya.

Hingga saat ini Pemkab Ponorogo baik humas maupun Bupati Ponorogo, Muhadi Suyono belum memberikan keterangan resmi berkaitan hal ini. Berbagai kalangan pencinta kesenian Reog Ponorogo rencananya akan menggelar unjuk rasa pada hari ini.

Dari salah satu web site Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Warisan malingsia dipamerkan video Tarian Barongan berdurasi kurang lebih enam menit. Dinyatakan dalam web site tersebut apabila tarian ini adalah warisan Melayu yang dilestarikan di Batu Pahat, Johor dan Selangor, malingsia.

Sumber : www.malingsia.com  </description>
<category>Personal</category>
<guid isPermaLink="true">http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1749628</guid>
<pubDate>Thu, 22 Nov 2007 23:25 EST</pubDate>
</item>

<item>
<title>8 SUCCESS PLAN</title>
<link>http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1746287</link>
<description>&lt;div align="justify">&lt;strong>1. BERDOA!&lt;/strong>&lt;br />Ingat Tuhan Anda! Dia memberikan apa yang Anda minta.&lt;br />&#160;&lt;br />&lt;strong>2. PUNYA IMPIAN!!&lt;/strong>&lt;br />Semua berawal dari mimpi. Bangunlah impian besar anda dan jangan biarkan orang lain mencuri mimpi Anda!&lt;br />&#160;&lt;br />&lt;strong>3. SERIUSLAH MENGUBAH HIDUP ANDA!&lt;/strong>&lt;br />Keputusan Andalah yang membawa perubahan. Mulailah dengan membuat keputusan hari ini!&lt;br />&#160;&lt;br />&lt;strong>4. USAHA! BERGERAKLAH!&lt;/strong>&lt;br />Latih
mental Anda. KELUARLAH DARI COMFORT ZONE ANDA! Berusahalah meningkatkan
kemampuan Anda. Hari ini akan sama dengan hari kemarin jika Anda tidak
berusaha. TERUSLAH BERGERAK! Bertemu dengan banyak orang, bangun rasa
percaya diri Anda, ubah penampilan dan kata-kata Anda.&lt;br />&#160;&lt;br />&lt;strong>5. MINTA BANTUAN dan BUAT RENCANA!&lt;/strong>&lt;br />Libatkan
diri Anda pada setiap acara pertemuan. Dengarkan pengalaman mereka yang
telah sukses. Ikutlah aneka training atau seminar yang dapat
mempercepat kesuksesan Anda.&lt;br />&#160;&lt;br />&lt;strong>6. HADAPI TANTANGAN!&lt;/strong>&lt;br />Buatlah
komitmen! Dengan komitmen, Anda laksana kereta yang berjalan pada
relnya. Penolakan-penolakan di masa lalu akan mengajarkan Anda untuk
merubah haluan. Orang yang tidak mempunyai masalah dan tantangan adalah
mereka yang tidak melakukan apa-apa. Jika Anda bertahan, maka Anda akan
melihat hasil dari kerja keras Anda! Kembangkan terus pengetahuan dan
keyakinan Anda.&lt;br />&#160;&lt;br />&lt;strong>7. POSITIVE THINKING!&lt;/strong>&lt;br />Pikirkan
apa yang akan Anda peroleh! Pikiran adalah Magnet. Anda akan
terpengaruh oleh orang-orang di sekitar Anda. Jika Anda bergabung
dengan orang-orang sukses, maka Anda akan belajar sukses. Jika Anda
bergabung dengan orang-orang antusias, Anda akan menjadi antusias!
Bergabung dengan orang-orang yang berpikir positive thinking, Anda pun
akan menjadi positive thinking!&lt;br />Para pemikir positive tahu bahwa pikiran mereka akan membawa ke tujuan mereka.&lt;br />&#160;&lt;br />&lt;strong>8. JANGAN MENYERAH!&lt;/strong>&lt;br />Keuletan!
Inilah unsur utama yang memenangkan segala hal. Keuletan adalah aturan
mainnya. Teguhkan diri Anda untuk terus konsisten, fokus, semangat dan
disiplin.&lt;br />&#160;&lt;br />&#160;&lt;br />&#160;&#160; Banyak yang sudah mendapatkan kesuksesan di
sekitar lingkungan kerjanya, yang pada dasarnya tanpa di sadari kunci
kesuksesan atas keberhasilan tersebut terletak di dalam diri kita
sendiri sendiri. Kunci kesuksesan tersebut adalah menjadi pemimpin
sejati bagi team usahanya dan dirinya sendiri.&lt;br />&#160;&#160; Saya ingat pepatah kuno : &lt;em>&quot;Burung
Garuda tidak terbang secara berkelompok, dia terbang sendiri, tinggi,
selalu waspada dan menukik menangkap mangsanya dengan kecepatan tinggi&quot;&lt;/em>...
Menurut hemat saya, Garuda melambangkan keperkasaan, ketelitian,
kecepatan dan selalu fokus. Semua ini melambangkan kemampuan memimpin
atau kepemimpinan (&lt;strong>Leadership&lt;/strong>).&lt;br />&#160;&#160; Apakah diri kita
bisa menjadi seseorang Leader yang baik?? BISA!!... Walaupun memang ada
yang mengatakan bahwa seorang pemimpin itu merupakan sebuah anugerah
Tuhan,... tetapi jangan salah,... setiap orang bisa menjadi pemimpin
yang baik. Menjadi seorang PEMIMPIN dapat dipelajari, jadi Anda, saya
dan setiap orang bisa berfungsi sebagai seorang PEMIMPIN. &lt;br />&#160;&#160; Ada
beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, untuk menjadi seorang
PEMIMPIN, beberapa hal dibawah ini dapat Anda lakukan bila ingin
menjadi seorang PEMIMPIN / LEADER yang baik.&lt;br />&#160;&lt;br />&lt;strong>VISIONARY&lt;/strong>&lt;br />&#160;&#160;
Anda harus memiliki visi yang jelas bagi diri sendiri maupun bagi
jaringan Anda, Visi yang ingin Anda capai di tahun depan. Ada 3 hal
kunci yang penting untuk membuat Visi dalam hidup Anda :&lt;br />&lt;ol>&lt;li>Selaraskan
Visi Anda dengan sesuatu yang sangat Anda senangi, misalnya kalau Anda
senang berkumpul dengan banyak orang dan ingin menjadi orang terkenal,
tidak salahnya Anda memiliki impian untuk selalu dikelilingi
orang-orang yang kagum akan Anda. &lt;/li>&lt;li>Tetap tegar dan gigih, jangan mudah dipengaruhi orang lain atau tidak fokus pada Visi hidupnya sendiri. &lt;/li>&lt;li>Tetaplah
rendah hati bukan rendah diri, sikap rendah hati dan tidak pernah
menyerah merupakan kunci sukses untuk mencapai impian dan misi hidup
kita. &lt;/li>&lt;/ol>&lt;strong>&#160;OPTIMIS&lt;/strong>&lt;br />&#160;&#160; Memiliki optimisme
menumbuhkan motivasi diri sendiri dan tim untuk selalu belajar dan
bertumbuh bersama untuk mencapai kesuksesan, jangan memikirkan
kepentingan sendiri, tetapi dahulukan kepentingan team/jaringan kita.&lt;br />Ada akronim yaitu &lt;strong>B-ALERT (Be Alert) artinya : SIAGA&lt;/strong>&lt;br />&lt;ol>&lt;li>&lt;strong>B =&gt; BLUEPRINT&lt;/strong>
: memiliki rencana dalam bisnis ini, mulai dari rencana untuk setiap
hari, setiap minggu, setiap bulan, bahkan jika perlu untuk tahun-tahun
yang akan datang (ingat anak cucu kita). &lt;/li>&lt;li>&lt;strong>A =&gt; ACTION&lt;/strong> : jangan pernah menunda pekerjaan yang telah Anda rencanakan, segera Anda prioritaskan pekerjaan kita. &lt;/li>&lt;li>&lt;strong>L =&gt; LEARNING&lt;/strong>
: belajar, adalah satu hal yang harus kita lakukan. Hidup kita ini
adalah proses belajar agar kita hidup lebih bijaksana, dan tumbuh
secara mental, emosional dan spiritual. &lt;/li>&lt;li>&lt;strong>E =&gt; EXERCISE&lt;/strong>
: latihan/olahraga, bertanggung jawablah atas kesehatan dan kebugaran
Anda, jadi jangan pernah lupa untuk melakukan kegiatan olahraga walau
sesibuk apapun. &lt;/li>&lt;li>&lt;strong>R =&gt; RELAXING&lt;/strong> : relaksasi
bagian terpenting yang harus kita lakukan setiap hari, luangkan waktu
untuk merenung, beribadah dan mensyukuri akan semua hal yang telah
terjadi dalam hidup kita. &lt;/li>&lt;li>&lt;strong>T =&gt; THINK&lt;/strong> :
Anda harus mengevaluasi hal-hal apa yang telah Anda lakukan dalam
mengembangkan jaringan Anda, memikirkan kembali hal-hal apa yang telah
dilakukan untuk mencapai Visi Anda dan memikirkan hal-hal apa yang
belum Anda lakukan, sehingga Anda dapat mengetahui sampai dimana Visi
yang Anda inginkan telah tercapai atau belum. &lt;/li>&lt;/ol>&lt;/div>&lt;div align="justify">&#160;&lt;br />&lt;strong>INTEGRITAS&lt;/strong>&lt;br />&#160;&#160;
Kejujuran/ketetapan hati, yang artinya : PEMIMPIN yang baik harus
memiliki integritas, membangun karakter dan integritas sebagai dasar
menumbuhkan kepercayaan dan respek dari team yang Anda pimpin.&lt;br />&#160;&lt;br />&lt;strong>KOMUNIKASI&lt;/strong>&lt;br />&#160;&#160; Seseorang pemimpin harus mampu membangun komunikasi yang baik dan efektif.&lt;br />&#160;&lt;br />&lt;strong>EMPOWERING&lt;/strong>&lt;br />&#160;&#160; Pemimpin inspiratif : seseorang pemimpin yang baik harus mampu menimbulkan sinergi dan kerjasama kreatif dalam team.&lt;br />&#160;&lt;br />&#160;&lt;br />&#160;&#160; Saat ini akan menjadi tahapan baru untuk kita bisa berkomitment menjadi &lt;strong>PEMIMPIN SEJATI.&lt;/strong> Kunci semuanya adalah : &lt;em>&quot;Sudah
siapkah Anda mencapai kesuksesan itu dengan menjadi seseorang LEADER
yang baik, paling tidak bagi diri kita terlebih dahulu????&lt;/em> Dan sebarkan semangat/motivasi seorang pemimpin bagi jaringan Anda, bagi team Anda.&lt;br />Bangunlah pemimpin-pemimpin dalam jaringan Anda, sebanyak mungkin. Jangan hanya puas untuk menjadi penonton saja. &lt;strong>TEAM&lt;/strong> disini bisa Anda artikan : &lt;strong>TOGETHER EVERYONE ACHIEVE MORE...&lt;/strong>
Dengan bekerja sama setiap orang dapat memperoleh hasil yang lebih baik
daripada jika dikerjakan sendiri... Jadi toghetherness bukan hanya
menjadi slogan saja, tetapi dapat segera Anda lakukan saat ini....&lt;br />&lt;em>&lt;strong>Congratulation!!!&lt;/strong>&lt;/em> Bagi Anda yang menyikapi dengan penuh keyakinan, bahwa semua impian pasti dapat diraih. Amin!&lt;br />Tuhan Memberkati Anda semua!!!!&lt;/div>&lt;div align="justify">&lt;br />thank's to everybody who love children (&lt;a target="_blank" href="http://www.chilhood.org/">http://www.childhood.org/&lt;/a> )&lt;br />&lt;strong>saya berdoa untuk kesuksesan Anda atas usaha Anda. Amin!&lt;/strong>&lt;/div>&lt;br />&lt;span class="highlight">&lt;img width="150" hspace="6" height="50" border="0" title="madu sehat" alt="madu sehat" style="float: left;" src="http://viahenk.info/images/stories/iklanmadu1.gif" />&quot;Kesalahan
kecil adalah ibarat sebuah duri menusuk daging kita dan harus segera
dicabut. Kesalahan besar adalah ibarat jari kita yang digigit ular
berbisa yang harus segera dipotong tanpa ragu-ragu untuk menghindari
racun tersebut menjalar ke bagian lain dan mematikan&quot;.&lt;/span>&lt;br />&lt;span class="highlight">&quot;Orang yang membelenggu diri dalam kepompong adalah mencari penderitaan diri sendiri&quot;.&lt;/span>&lt;br />&lt;span class="highlight">&quot;Ini
karena orang berani berbuat dan bercita-cita tinggi mudah dididik dan
dibimbing dan mungkin kelak akan berhasil meraih cita-citanya dengan
cemerlang. Sedangkan orang yang terlalu hati-hati dan kaku tidak dapat
berbuat sesuatu yang cemerlang&quot;.&lt;/span>&lt;br />&lt;span class="highlight">&quot;Untuk
orang yang selalu bertindak kaku dan terlalu hati-hati, mungkin mereka
selalu disenangi semua orang, tetapi karena kepribadiannya yang lemah,
mereka sangat mudah terbawa arus, tidak dapat berbuat apa-apa. Orang
suci selalu berkata bahwa oarang jenis ini adalah pencuri kebajikan.
Dari pandang sudut ini adalah sangat berbeda dengan orang awam. Apa
yang dianggap baik oleh orang awam, orang suci menganggap tidak baik,
apa yang dianggap tidak baik oleh orang awam, orang suci menganggap
baik.&lt;/span>&lt;br />&lt;span class="highlight">&quot;Kasih sayang&quot; adalah karakter
baik, tetapi jikalau karena kasih sayang sehingga membiarkan orang
berbuat seenaknya, kasih sayang kita telah mencelakakan dia, kita
membuatnya berani dan bertindak sewenang-wenang, mengakibatkan
kekacauan dan bencana yang lebih besar kelak. Ini bukanlah &quot;kasih
sayang&quot;.&lt;/span>&lt;br />&lt;span class="highlight">Hati-hatilah, janganlah
sampai &quot;kasih sayang&quot; malah mencelakai orang yang kita sayangi.
Orangtua, suami, kekasih yang bertanggung jawab berat atas segala
perbuatan baik/buruk atas orang yang di sayangi. Orangtua, suami,
kekasih yang akan menerima pahala atas perbuatan baik orang yang di
sayangi dan menanggung dosa yang dibuat orang yang di sayangi&lt;/span>&lt;br />&lt;span class="highlight">&quot;Ini
adalah suatu tugas yang berat, harus terus menerus dan sangat sulit
dilaksanakan. Dengan kasih sayang, meneliti, menasehati, membimbing,
memuji, memarahi, tetapi yang terpenting adalah memberi CONTOH!&quot;&lt;/span>&lt;br />&lt;span class="highlight">Pepatah
Tiongkok kuno : &quot;Lebih banyak orang yang menambah bunga di pot yang
sudah penuh dengan kembang, tetapi jarang orang yang memberi arang
pemanas untuk orang yang terbelenggu di salju.&lt;/span>&lt;br />&lt;span class="highlight">&quot;Lihat
Kai-Chi, orang memarahinya dapat diterima dengan sabar, bila dia tidak
salah, tetap tidak membalas dan tidak mendendam yang memarahinya.
Sebenarnya, orang yang memarahi kita adalah orang yang benar-benar
menyayangi kita, karena untuk kebaikan kita. Bila anak kita berbuat
kesalahan, kita memarahinya, anak tetangga berbuat kesalahan, mengapa
kita tidak juga memarahinya? Walaupun mungkin tidak diterima, akan
tetapi ini adalah berdasarkan kasih sayang, demi kebaikan anak tersebut
yang akan berpengaruh di masyarakat, negara dan bangsa kelak kemudian
hari.&lt;/span>&lt;br />&lt;span class="highlight">Untuk mengetahui penyebab malapetaka dan peperangan di dunia ini, dengarlah tangisan Ibu setiap malam dari rumah jagal.&lt;/span>
</description>
<category>Personal</category>
<guid isPermaLink="true">http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1746287</guid>
<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 01:49 EST</pubDate>
</item>

<item>
<title>Saat Interview</title>
<link>http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1745240</link>
<description>&lt;div class="entry-content">
		&lt;div class="entry-body">
			&lt;p>Banyak pelamar kerja baru atau pindah kerja ke tempat yang baru
mengalami kesulitan saat harus melakukan negoisasi gaji. Banyak yang
merasa bahwa salah satu simpul penting kegagalan memperoleh posisi
tertentu berhubungan dengan ketidakmampuan melakukan negoisasi gaji.&lt;/p>

&lt;p>Membicarakan gaji memang serba salah. Jika menjawab terlalu rendah bisa dianggap tidak &lt;span style="font-style: italic;">capable&lt;/span>,
sebaliknya jika terlalu tinggi takut sulit diterima karena melebihi
standar yang di tetapkan. Masalah belum selesai, karena kalaupun
menjawab sesuai satndar Perusahaan, terkesan bahwa pelamar tidak punya
sikap dan tidak sanggup menilai kemampuan dirinya sendiri. Lalu apa
yang harus&#160; dilakukan untuk mengatasi hal tersebut? Berikut beberapa
tipsnya.&lt;/p>

&lt;ul style="text-align: justify;">&lt;li>Lakukan &lt;span style="font-style: italic;">survey&lt;/span>
gaji (kecil-kecilan). Cek kepada teman-teman yang memiliki pekerjaan
sejenis dan perusahaan sejenis dengan level yang kira-kira sama. Gaji
umumnya ditentukan oleh 3 (tiga) faktor penting yakni : &lt;/li>&lt;/ul>

&lt;ol style="text-align: justify;">&lt;li>Harga pekerjaannya&lt;/li>&lt;li>Harga orang yang memegang jabatan / pekerjaan tersebut&lt;/li>&lt;li>Harga yang umum berlaku di pasaran&lt;/li>&lt;/ol>

&lt;ul style="text-align: justify;">&lt;li>Tentukan &lt;span style="font-weight: bold;">BATNA &lt;/span>(Best
Alternative To a Negotiated Agreement), caranya cek pada diri sendiri
dulu, apakah anda pindah kerja karena faktor gaji? Jika YA, maka anda
dapat mengkombinasikan peningkatan gaji anda sebesar 10% - 25% dari
gaji anda sebelumnya. Namun jika faktor gaji bukan orientasi anda, maka
permintaan kenaikan gaji berkisar 0% - 10% dari gaji sebelumnya.&lt;/li>&lt;li>Jika hasil &lt;span style="font-style: italic;">survey&lt;/span>
anda ternyata gaji untuk posisi anda jauh lebih besar dari yang anda
bayangkan, bukan berarti anda bisa langsung sampaikan keinginan anda
sebesar yang anda dapatkan dari hasil&lt;span style="font-style: italic;"> survey&lt;/span>
tersebut, karena bagaimanapun juga persepsi perusahaan mengenai tingkat
kemampuan anda termasuk dari seberapa tinggi gaji anda sekarang. Jadi
bisa saja terjadi mereka bisa melihat anda sebagai orang yang coba &lt;span style="font-weight: bold;">&quot;untung-untungan&quot;&lt;/span>
meminta gaji lebih. Efektifnya adalah anda coba mencari nilai
tengahnya, jika hasil survey anda ternyata gaji yang seharusnya adalah
50% lebih besar, maka anda bisa mematok peningkatannya di-range 30% -
35% dari gaji anda sebelumnya.&lt;/li>&lt;/ul>

&lt;p>Apabila pertanyaan tentang
gaji ini muncul terlalu awal, ada baiknya anda tidak langsung menjawab.
Kalau ini terjadi, anda justru mempunyai kesempatan lebih banyak untuk
menunjukkan citra profesional anda.&lt;br />&lt;span style="text-decoration: underline;">&lt;br />&lt;/span>&lt;/p>

&lt;p>&lt;span style="font-weight: bold;">&quot;Pekerjakan dan promosikan seseorang :&quot;&lt;/span>&lt;/p>

&lt;ol style="text-align: left;">&lt;li style="font-weight: bold;">Atas dasar Integritas&lt;/li>&lt;li style="font-weight: bold;">Motivasi&lt;/li>&lt;li style="font-weight: bold;">Kapasitas&lt;/li>&lt;li style="font-weight: bold;">Pengertian&lt;/li>&lt;li style="font-weight: bold;">Pengetahuan&lt;/li>&lt;li style="font-weight: bold;">Pengalaman&lt;/li>&lt;/ol>
		&lt;/div>
		
	&lt;/div>
</description>
<category>Personal</category>
<guid isPermaLink="true">http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1745240</guid>
<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 05:25 EST</pubDate>
</item>

<item>
<title>Hiduplah Sebagaimana Mestinya</title>
<link>http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1745239</link>
<description>&lt;div class="entry-content">
		&lt;div class="entry-body">
			&lt;p>Kalau ngantuk, ya tidurlah&lt;br />Kalau lapar, ya makanlah&lt;br />Kalau haus, ya minumlah&lt;/p>

&lt;p>Kalau berilmu, ajarilah yang bodoh&lt;br />Kalau bodoh, belajarlah&lt;br />Kalau kaya dan banyak harta, santuni si miskin dan bersedekahlah&lt;br />Kalau miskin, tau diri dan jangan sombong&lt;/p>

&lt;p>Kalau marah, ya redakanlah&lt;br />Kalau terlanjur, ya surutlah&lt;br />Kalau berdosa, bertobatlah&lt;br />Kalau salah, ya dibenarkan&lt;br />Kalau kusut, ya di urai-selesaikan&lt;/p>

&lt;p>Kalau masjid jauh, ya baguslah, banyak langkah banyak pahala&lt;br />Kalau masjid dekat, ya baguslah, cepat sampai&lt;br />Kalau nasi keras, ya baguslah bertahan lama diperut&lt;br />Kalau nasi kelembekan, ya baguslah tinggal telan tidak capek mengunyah&lt;/p>

&lt;p>Doa terkabul, bersyukurlah&lt;br />Doa tertunda untuk terkabul, bercerminlah apakah kita sudah ”menyembah”&lt;/p>

&lt;p>Kalau kehilangan, anggaplah infaq yang tidak merata&lt;br />Kalau kecurian, anggaplah saudaramu perlu bantuan&lt;br />Kalau gagal, berusaha lagi dan cari akal&lt;br />Kalau jatuh, bangun lagi dan jangan mengeluh&lt;br />Kalau mau basah, dekatilah air&lt;br />Kalau mau panas, dekatilah api&lt;/p>

&lt;p>Dst..... dst......&lt;br />&lt;a href="http://gajahpesing1.multiply.com/journal/item/13" target="_blank" title="My Multiply">http://gajahpesing1.multiply.com/journal/item/13&lt;/a>&lt;/p>
		&lt;/div>
		
	&lt;/div>
</description>
<category>Personal</category>
<guid isPermaLink="true">http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1745239</guid>
<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 05:20 EST</pubDate>
</item>

<item>
<title>Hiduplah Sebagaimana Mestinya</title>
<link>http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1745237</link>
<description>&lt;div class="entry-content">
		&lt;div class="entry-body">
			&lt;p>Kalau ngantuk, ya tidurlah&lt;br />Kalau lapar, ya makanlah&lt;br />Kalau haus, ya minumlah&lt;/p>

&lt;p>Kalau berilmu, ajarilah yang bodoh&lt;br />Kalau bodoh, belajarlah&lt;br />Kalau kaya dan banyak harta, santuni si miskin dan bersedekahlah&lt;br />Kalau miskin, tau diri dan jangan sombong&lt;/p>

&lt;p>Kalau marah, ya redakanlah&lt;br />Kalau terlanjur, ya surutlah&lt;br />Kalau berdosa, bertobatlah&lt;br />Kalau salah, ya dibenarkan&lt;br />Kalau kusut, ya di urai-selesaikan&lt;/p>

&lt;p>Kalau masjid jauh, ya baguslah, banyak langkah banyak pahala&lt;br />Kalau masjid dekat, ya baguslah, cepat sampai&lt;br />Kalau nasi keras, ya baguslah bertahan lama diperut&lt;br />Kalau nasi kelembekan, ya baguslah tinggal telan tidak capek mengunyah&lt;/p>

&lt;p>Doa terkabul, bersyukurlah&lt;br />Doa tertunda untuk terkabul, bercerminlah apakah kita sudah ”menyembah”&lt;/p>

&lt;p>Kalau kehilangan, anggaplah infaq yang tidak merata&lt;br />Kalau kecurian, anggaplah saudaramu perlu bantuan&lt;br />Kalau gagal, berusaha lagi dan cari akal&lt;br />Kalau jatuh, bangun lagi dan jangan mengeluh&lt;br />Kalau mau basah, dekatilah air&lt;br />Kalau mau panas, dekatilah api&lt;/p>

&lt;p>Dst..... dst......&lt;br />&lt;a href="http://gajahpesing1.multiply.com/journal/item/13">http://gajahpesing1.multiply.com/journal/item/13&lt;/a>&lt;/p>
		&lt;/div>
		
	&lt;/div>
</description>
<category>Personal</category>
<guid isPermaLink="true">http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1745237</guid>
<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 05:18 EST</pubDate>
</item>

<item>
<title>Lagi Sedih</title>
<link>http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1745233</link>
<description>
&lt;div align="justify">&lt;p>&lt;strong>
			Pizza,……
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Bubur ayam,……
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Bakpau rasa ayam,……….
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Ayam goreng Kentucky,………
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Es kelapa muda,………
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Es jeruk,………&lt;/strong>
&lt;/p>&lt;p>Muak sekali aku membayangkan semua daftar
menu di atas. Bukan karena aku sedang
menjalankan program diet sehingga aku
membatasi perutku untuk dimasukki makanan dan
minuman.
Malah mungkin sekarang aku sedang merindukan
semua makanan itu, minuman itu, untuk melepas
lapar dan hausku tapi…….
&lt;/p>&lt;p>Seperti biasa aku tetap tidak mampu untuk
melakukannya sendiri. Aku tidak bisa datang ke
restorant fast food dan memesannya sendiri. Aku
tidak mau ke warung pinggir jalan tepi kali dekat
kampusku untuk sekedar mengurangi gerahku
dengan segelas kelapa muda. Aku juga tak lagi
mampu melihat segelas fanta merah tertuang di
depanku.
&lt;/p>&lt;p>Naif….
Ya itulah aku. Sejak tanggal itu, jam itu, menit itu,
detik itu, ya……sejak hari itu aku terkungkung
dalam putaran waktu yang maha. Sel kenangan
telah mengurungku dalam ruang pengap tak
bercahaya. Tanpa udara bersih, bergumul dengan
bau yang lembab.
&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Huek….!!!&lt;/strong>
Aku muntah lagi.


&lt;/p>&lt;p>&#160;&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Ke twenty one,….
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Ke tempat damai,….
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Jalan-jalan ke delta,….
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Duduk berjam-jam,….
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Berpelukan seharian,….&lt;/strong>

&lt;/p>&lt;p>Aku benci semua tempat itu. Kalau bisa aku tidak
ingin melihatnya lagi di depan mataku. Tapi tempat
mana di setiap sudut kota ini yang belum pernah
kusinggahi dengan teduh matamu. Bilangan mana
di Surabaya ini yang belum pernah kudatangi
dengan senyum manismu.
&lt;/p>&lt;p>Ohh, Tuhan…..
&lt;/p>&lt;p>Kenapa Kau cipta dia untukku, kenapa Kau beri
aku sebuah rasa yang tidak bisa kumengerti
sampai aku seperti ini. Dan mengapa Kau…
&lt;/p>&lt;p>Ah, tak seharusnya aku terus bertanya pada
Tuhan. Tak seharusnya aku terus menyalahkan
sebuah anugerah yang kemarin sangat kusyukuri.
Andaipun Tuhan mengambil semuanya lagi itupun
hak-Nya. Kenapa aku harus mengumpat atau
mengeluh?
&lt;/p>&lt;p>Aku senang sekali mengitari kota dengan kamu
setiap malam, meski tak ada tujuan aku ataupun
kamu tak pernah peduli. Aku juga bahagia sekali
apabila tangan kita saling bergandeng di sela
hujan yang turun rintik dan semakin deras. Akupun
rela duduk berjam-jam menungguimu yang pura-
pura tidur padahal sedang marah besar padaku.
Aku suka semuanya, aku mencintai segala yang
kuberikan padamu meski aku harus sakit hati.
Kamu mungkin wanita yang paling sempurna yang
pernah kucintai, kumiliki, kubisiki kata sayang
setiap malam, kupeluk, kucium, kulumat,
kuhangatkan dengan tubuhku, kulindungi dari caci
maki, kubela, dan seluruh ku- yang lain. &lt;/p>&lt;p>Kamu
mungkin satu-satunya wanita yang bisa
melumpuhkan urat nadiku dengan cintamu
sehingga membuatku lumpuh saat kau pergi.
Dan mengapa kau pergi?
Dan mengapa kau hempaskan janji-janjimu?
Mengapa pula kau bisikkan kata “aku akan
menjemputmu suatu hari nanti” kalau akhirnya
kamu yang pergi sendiri?


&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>If there were no words
No way to speak
I would still hear you
If there were no tears
No way to feel inside
I’d still feel for you&lt;/strong>

&lt;/p>&lt;p>Tolong kamu tahu itu, aku tidak ingin merindukan
lagi. Aku tak ingin bergumul dengan bayanganmu
lagi yang selalu menutup mata dan hatiku. &lt;/p>&lt;p>Tolong,
aku hanya ingin memilikimu bila bisa, tapi bila tak
biarkan aku terbang meski sayapku tinggal
sebelah.
&lt;/p>&lt;p>Ndut, ini lagi yang selalu kunyanyikan walau
dalam hati untukmu, Kamu pasti mengingatnya
ketika tangan rapuh memelukmu dan lagu ini
nyaring terdengar. Aku genggam tanganmu erat
dan tak ingin kulepaskan. Namun sekarang,
semuanya sudah terlepas. Tapi tak bebas.


&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>And even if the sun refuse to shine
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Even if romance ran out of rhyme
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>You would still have my heart
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>Until the end of time
&lt;/strong>&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>You’re all I need
My love, my valentine&lt;/strong>

&lt;/p>&lt;p>Ndut, aku bersumpah ini terakhir kalinya aku
menyesali kepergianmu. Ini untuk terakhir kalinya
aku tak merelakanmu. Karena yang sakit bukan
hanya aku tapi juga kamu.
Aku hanya ingin mengenangmu dengan
senyumku, mengingatmu dengan tertawaku yang
selalu kamu suka. Aku akan terus tersenyum
dengan lesung pipitku yang dulu selalu kukagumi.
&lt;/p>&lt;p>Dan kamu tak akan pernah kehilangan aku meski
kita tak lagi mungkin bersatu. Seperti aku yang
tak akan pernah kehilangan

&lt;/p>&lt;p>Ndut, terbanglah bebas….karena aku tahu kamu
lebih suka itu. Meski disini ada aku tapi kamu
pasti lebih tenang di sana. Karena di sana kamu
tak lagi sakit seperti yang kau rasa saat
bersamaku.


&lt;/p>&lt;p>&lt;strong>I’ve dreamed of this a thousand times before
In my dreams I couldn’t love you more
I will give you my heart
Until the end of time
You’re all I need
My love, my valentine&lt;/strong>

&lt;/p>&lt;p>Aku tersenyum, dan akan terus tersenyum mulai
kali ini. Tak lagi muak saat kulihat pizza, tak lagi
menutup mata saat melewati twenty one. Aku
akan lapangkan dada seperti kau ikhlaskan semua
saat pergi.



Buat yang tercinta…
Meski tetap kucinta
Ijinkan aku untuk berkelana

&lt;/p>&lt;h4>&lt;font color="#ffff00">&lt;strong>&lt;font face="verdana,arial,helvetica,sans-serif">In memoriam…
&lt;/font>&lt;/strong>&lt;/font>&lt;/h4>&lt;h4>&lt;font color="#ffff00">&lt;strong>&lt;font face="verdana,arial,helvetica,sans-serif">Ndundut tersayang, &lt;/font>&lt;/strong>&lt;/font>&lt;/h4>&lt;h4>&lt;font color="#ffff00">&lt;strong>&lt;font face="verdana,arial,helvetica,sans-serif">my lovely gajah, &lt;/font>&lt;/strong>&lt;/font>&lt;/h4>&lt;h4>&lt;font color="#ffff00">&lt;strong>&lt;font face="verdana,arial,helvetica,sans-serif">06 November 2006
&lt;/font>&lt;/strong>&lt;/font>&lt;/h4>&lt;h4>&lt;font color="#ffff00">&lt;strong>&lt;font face="verdana,arial,helvetica,sans-serif">Semoga damai…menyertaimu&lt;/font>&lt;/strong>&lt;/font>&lt;/h4>&lt;p>
&lt;/p>&lt;/div></description>
<category>Personal</category>
<guid isPermaLink="true">http://www.zorpia.com/gajahpesing/journal/1745233</guid>
<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 05:03 EST</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>